PKS Pecat Sofyan, Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Diduga Pengedar 70 Kg Sabu 

PKS Pecat Sofyan, Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Diduga Pengedar 70 Kg Sabu 

Ketua DPW PKS Aceh, Makhyaruddin Yusuf, angkat bicara soal Sofyan, seorang caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, yang ditangkap terkait peredaran 70 kilogram sabu.

Makhyaruddin menegaskan, Sofyan dipecat sebagai anggota PKS dan posisinya digantikan dengan caleg urutan kedua terbesar setelahnya.
“Yang bersangkutan akan kami pecat sebagai anggota PKS dan posisinya digantikan dengan caleg urutan 2 terbesar,” kata Makhyaruddin kepada wartawan, Senin (27/5).
Dia mengatakan, PKS selalu mendukung langkah yang dilakukan oleh penegak hukum untuk memberantas jaringan kejahatan narkoba.
“Kami akan bekerja sama dengan penegak hukum agar partai kami di seluruh struktur (tingkat pusat, provinsi, dan kab/kota) tidak dijadikan tempat bersembunyi para pelaku kejahatan apa pun, apa lagi kejahatan narkoba,” ujarnya.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa saat ditemui wartawan usai konferensi pers pengungkapan clandestine lab ekstasi jaringan Fredy Pratama, di Sunter, Jakarta Utara, Senin (8/4/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa saat ditemui wartawan usai konferensi pers pengungkapan clandestine lab ekstasi jaringan Fredy Pratama, di Sunter, Jakarta Utara, Senin (8/4/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Bareskrim Polri menangkap Sofyan, caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, terkait kasus peredaran sabu seberat 70 kilogram.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa menjelaskan, penangkapan dilakukan di Manyak Payed, Aceh Tamiang, pada Sabtu (25/5) lalu.
“Benar yang bersangkutan berinisial S Caleg terpilih DPRK nomor 1 di Kota Aceh Tamiang,” kata Mukti dalam keterangannya, Senin (27/5).
Mukti mengungkapkan, Sofyan sudah buron sekitar tiga pekan. Menurutnya, selama melarikan diri, Sofyan sempat berpindah-pindah lokasi.
“Berdasarkan kegiatan analisa dan profiling dipetakan tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian. Di mana tersangka DPO melarikan diri ke Aceh Tamiang-Medan selama tiga minggu,” ungkap Mukti.

3 Fakta Penangkapan Epy Kusnandar karena Narkoba, Duh Kang Mus!

3 Fakta Penangkapan Epy Kusnandar karena Narkoba, Duh Kang Mus!

beritamega4d.com
Sabtu, 11 Mei 2024 08:02 WIB

Jakarta – Epy Kusnandar diamankan Satres Narkoba Polres Jakarta Barat. Dia diamankan bersama dengan RYH yang disebut polisi sebagai pemain Preman Pensiun juga.

Kabar ditangkapnya aktor berusia 60 tahun dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi.

“Iya benar, yang bersangkutan diamankan terkait penyalahgunaan narkoba,” kata Kombes Pol M Syahduddi dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (10/5/2024).

Berikut ini adalah 3 fakta penangkapan pemeran Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun ini:

1. Ditangkap Bareng Yogi Gamblez

Epy Kusnandar tak ditangkap sendirian. Aktor yang dikenal dengan perannya sebagai Kang Mus di sinetron Preman Pensiun itu ditangkap bersama dengan seorang aktor yang sebelumnya disebutkan juga bermain di sinetron yang sama.

“Inisial EK diamankan bersama rekannya sesama pemain sinetron Preman Pensiun, sama RYH,” kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Indrawienny Panjiyoga, Jumat (10/5/2024).

Namun, sosok RYH diralat bukan merupakan pemain Preman Pensiun. RYH adalah Yogi Gamblez, diketahui sebagai salah satu pemain serial Serigala Terakhir 2.

“Satu lagi Yogi Gamblez, bukan yang main di Preman Pensiun, tapi Serigala Terakhir (2) yang berperan sebagai AKP Jaka,” kata AKBP Indrawienny Panjiyoga.

2. Hasil Tes Urine Positif Ganja

Epy Kusnandar darn Yogi Gamblez sudah dilakukan tes urine. Saat ditangkap dari keduanya ditemukan barang bukti berupa ganja.

“Dari kedua orang ini salah satunya kami menemukan narkotika jenis ganja. Dua duanya pas cek urine positif narkoba jenis ganja,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Indrawienny Panjiyoga, ditemui di Polres Jakarta Barat.

Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui siapa pemilik ganja tersebut.

3. Ditangkap di Warung Makan Miliknya

Polisi semula menangkap sosok Yogi Gamblez terlebih dulu. Kemudian dalam rentan waktu yang tak lama polisi mengamankan Epy Kusnandar di warung makan miliknya.

“Penangkapan dilakukan di sekitar Apartemen Kalibata City di warung milik saudara EK (Epy Kusnandar). Ditangkap hampir berbarengan. Duluan YG (Yogi Gamblez), di lingkungan yang sama,” kata AKBP Indrawienny Panjiyoga.

Halusinasi Pemutilasi Istri di Ciamis Saat Digiring Polisi

Halusinasi Pemutilasi Istri di Ciamis Saat Digiring Polisi

beritamega4d.com
Minggu, 05 Mei 2024 10:25 WIB

Ciamis – Peringatan (trigger warning) : Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

Tarsum (41) langsung dijebloskan ke penjara setelah membunuh dan memutilasi istrinya Yanti (40) di Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/5) kemarin.

Kejadian ini bikin geger, pasalnya setelah korban dibunuh dan dimutilasi, pelaku menawarkan daging istrinya ke warga.

Dari video yang beredar, penangkapan Tarsum dilakukan dengan melibatkan banyak orang yang terdiri dari anggota TNI, polisi dan warga.

Video lainnya menunjukkan Tarsum berada di ruang tahanan Polsek Rancah dengan kondisi tangan terikat juga beredar. Pasca membunuh dan memutilasi istrinya, Tarsum seolah tak sadar telah melakukan aksi sadis.

Tatapan pria berusia 41 tahun ini pun terlihat kosong, bahkan seperti orang yang mengalami halusinasi. Tarsum juga sempat meringis dan bertanya kepada petugas di luar ruang tahanan apakah kejadian yang dialaminya itu nyata atau tidak.

“Nyata teu ieu, jam sabaraha ieu, nyata teu ieu, macet di jalan. (Nyata tidak ini, jam berapa ini, nyata tidak ini, macet di jalan),” kata Tarsum dilihat dari di video yang beredar.

Selain itu, Tarsum juga meminta kepada petugas untuk melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Seraya itu, terdengar seorang anggota polisi dengan tegas melarangnya.

Kapolres Ciamis AKBP Akmal mengatakan, saat ditangkap pelaku sempat melawan ketika hendak dibawa. Menurut Akmal ada kelainan pada kondisi kejiwaan Tarsum. “Pada saat diamankan pelaku syok juga kejiwaannya reaktif atau labil,” kata Akmal.

Akmal mengungkapkan, untuk motif dalam kejadian ini masih didalami. Namun menurutnya, dari keterangan saksi sebelum pelaku bunuh dan mutilasi korban, sempat terjadi percekcokan antara keduanya.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari saksi, keduanya sama-sama keluar dari rumah. 30 meter dari rumah ada percekcokan. Saat itu lah pertama kali korban dipukul. Dimutilasi di situ juga,” kata Akmal, Sabtu (4/5)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, Tarsum membunuh korban dengan cara memukul bagian kepala depan dan belakang menggunakan kayu.

“Penyebab kematian korban karena trauma benda tumpul di belakang dan depan kepala. Setelah itu dimutilasi,” ucap Akmal.

Dalam kejadisn ini, pihaknya belum menarik kesimpulan terkait motif Tarsum melakukan aksi kejinya. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi. Karena pelaku sendiri belum bisa dimintai keterangan secara utuh, namun pelaku mengakui perbuatannya.

“Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan, hubungan mereka (Tarsum dan istri) harmonis,” pungkasnya.

Link terkait :

mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d

mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d mega4d

Foto: Tarsum, pria yang membunuh dan memutilasi istri di Ciamis, Jawa Barat (dok Istimewa).

Geger Tarsum Mutilasi Lalu Keliling Tawarkan Jasad Istri di Ciamis

beritamega4d.com
Minggu, 05 Mei 2024 10:10 WIB

Jakarta – Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

Tarsum (41), membuat geger dan ketakutan warga di Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Ciamis, Jawa Barat. Tarsum membunuh dan memutilasi istrinya, Yanti (40) hingga menawarkan jasad itu kepada warga di sekitar.

Dirangkum detikcom, Minggu (5/5/2024), peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat (3/5) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Kapolres Ciamis AKBP Akmal membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Akmal menyebut aksi sadis pelaku dilakukan di sebuah jalan kampung.

“Kejadiannya kurang lebih pukul 07.30 WIB. Kejadiannya di jalan Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol. Petugas kami mendapat laporan dari masyarakat dan langsung ke TKP. Barusan selesai olah TKP,” ujar Akmal di lokasi.

Aksi Tarsum menawarkan jasad mutilasi istrinya kepada warga itu terekam video amatir. Warga dibuat ketakutan hingga berlarian saat Tarsum berkeliling menawarkan jasad istrinya itu.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian. Tarsum ditangkap oleh TNI dan polisi yang dibantu warga.

Jasad Istri Ditawarkan ke Warga

Ketua RT setempat, Yoyo Tarya, mengungkap kesaksiannya saat ditawari jasad mutilasi Yanti. Yoyo ketakutan hingga ialari menyelamatkan diri.

“Awalnya saya tidak tahu ada pembunuhan. Pelaku itu bawa baskom isi daging sambil berkata ‘peserdaging si Yanti,peserdaging si Yanti’ (beli daging si Yanti). Jadi dagingnya dibawa keliling,” kata Yoyo menirukan Tarsum.

Polisi melakukan olah TKP di jalan kasus suami bunuh dan mutilasi istri di Ciamis
Polisi melakukan olah TKP di jalan kasus suami bunuh dan mutilasi istri di Ciamis

Kapolres Ciamis AKBP Akmal mengatakan pihaknya masih menggali apa motif Tarsum membunuh dan memutilasi istrinya. Namun, polisi mengungkap Tarsum membunuh istrinya dengan menggunakan kayu.

“Penyebab kematian korban adalah trauma benda tumpul di belakang dan depan kepala. Setelah itu dimutilasi,” tambahnya.

Akmal mengatakan Tarsum memutilasi jasad istrinya menjadi lima bagian. Jasad Yanti yang telah dimutilasi itu lalu dibawa keliling ke tiga tempat di sekitar rumahnya.

“Setelah dibawa, lalu dikumpulkan lagi di depan rumah warga, jaraknya 100 meter dari rumah pelaku. Jadi ada lima potong, bagian lengan dua, dua kaki dari lutut ke bawah dan bagian dada,” ungkap Akmal.

Sempat Titip Anak

Yoyo mengungkap Tarsum sempat menitipkan anak keduanya yang masih SMA ke RT dan tetangga. Alasannya, pelaku akan merantau ke Kalimantan.

“Pelaku sempat menitipkan anak, katanya mau merantau ke Kalimantan. Pangdidikeun budak (tolong didik anak saya),” jelasnya.

Informasi yang Yoyo terima, Tarsum mengeksekusi istrinya di jalan saat korban hendak berangkat pengajian ke masjid. Tarsum diduga memukul korban menggunakan kayu balok hingga kemudian memutilasi jasad istrinya.

Kapolres Ciamis AKBP Akmal membenarkan adanya kejadian itu. Akmal menyebut pelaku dalam kondisi labil.

“Pada saat diamankan pelaku syok juga kejiwaannya reaktif atau labil,” kata AKBP Akmal.

Detik-detik Dramatis Penangkapan

Anggota TNI Babinsa Cisontrol, Serka Karnita, menceritakan detik-detik penangkapan pelaku. Berawal ketika Karnita mendapat telepon dari Kepala Dusun Sindangjaya soal kejadian pembunuhan dan mutilasi seorang warga.

Karnita pun langsung izin ke Danramil Rancah bergegas menelusuri kejadian itu. Tak lama kemudian, pelaku Tarsum datang sambil membawa bagian tubuh korban.

Saat itu, kata Karnita, tampak pelaku juga membawa sebilah pisau. Karnita pun langsung mengimbau warga agar tidak melakukan pergerakan untuk menjaga keselamatan.

“Saya coba lakukan pendekatan supaya pelaku sadar karena infonya stres, tapi kan kita tidak bisa memastikannya. Saya ajak komunikasi mencoba didekati. Saya bilang jangan takut karena saya tidak bawa apa-apa. Intinya saya coba dekati dan meminta agar pisau yang dibawa dilemparkan,” kata Karnita, dilansir detikJabar.

Sandal tersangka berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus mutilasi di Desa Cisontrol, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (3/5/2024). Polres Ciamis mengamankan tersangka mutilasi berinisial TR (50 tahun) yang diduga membunuh dan memutilasi tubuh istrinya Y (50 tahun). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.
Sandal tersangka berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus mutilasi di Desa Cisontrol, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (3/5/2024).

Mendapat informasi bahwa pelaku menawarkan daging korban untuk dijual. Karnita pun berpura-pura akan membeli daging tersebut agar pelaku mau diajak komunikasi.

Upaya itu dilakukan Karnita untuk mengulur waktu sambil menunggu bantuan dari Polsek Rancah dan Koramil merapat sekitar setengah jam. Karnita pun kembali mendekati pelaku, kali ini bersama Kepala Desa Cisontrol.

Pelaku sempat melemparkan pisau yang dibawanya. Namun, karena resah oleh masyarakat yang banyak berteriak, pelaku pun kembali membawa pisau yang dilemparnya itu.

“Pelaku sempat akan menyerang Pak Kuwu (Kepala Desa). Lalu saya alihkan. Kemudian pelaku berbalik menyerang saya. Sempat terjatuh terpeleset. Ketika akan mengacungkan pisau, alhamdulillah bisa saya tangkis dan sayafitting. Kemaluan pelaku saya tendang sampai akhirnya saya tindih. Warga saya panggil untuk membantu mengamankan. Setelah itu diikat dan dibawa ke Polsek Rancah,” jelasnya.

Karnita menyebutkan proses penangkapan pelaku cukup menegangkan, mengingat pelaku membawa potongan tubuh korban serta membawa pisau. “Saat melakukan penangkapan murni tidak ada kekerasan,” imbuhnya.

Tarsum Ditahan Polisi

Tarsum kini ditahan polisi. Tarsum seakan tidak ingat perbuatan yang telah ia lakukan hingga bertanya kepada petugas.

Tarsum seakan tidak sadar atas apa yang telah dilakukannya kepada istrinya. Saat ditahan, Tarsum berkata-kata yang tidak jelas.

“Nyata teu ieu, jam sabaraha ieu, nyata teu ieu,macet di jalan. (Nyata tidak ini, jam berapa ini, nyata tidak ini, macet di jalan),” kata Tarsum dalam video yang beredar, dilansir detikJabar, Sabtu (4/5).

Tarsum kemudian meminta kepada petugas untuk melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Terdengar seorang anggota kepolisian pun dengan tegas melarangnya.

Aksi Heroik Polisi di Tangerang Lumpuhkan Maling Modus Tukar Uang

Aksi Heroik Polisi di Tangerang Lumpuhkan Maling Modus Tukar Uang

 beritamega4d.com
Selasa, 09 Apr 2024 00:16 WIB

Jakarta – Aksi seorang anggota Polres Metro Tangerang Kota, Aipda Fahmi Hasan, viral di media sosial. Aipda Fahmi melumpuhkan maling dengan modus tukar uang di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

Dalam video viral berdurasi 1 menit, Aipda Fahmi, dengan sigap dapat melumpuhkan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Senin (8/4/2024), saat melintas mengunakan mobil pribadinya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho pun memberikan mengapresiasi atas aksi heroik anggotanya. Dia menilai aksi tersebut menunjukkan sikap responsif dan rasa tanggung jawab untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Ini merupakan contoh yang baik bagi anggota polisi lainnya, supaya memiliki sikap yang sama dan dijadikan contoh untuk ditiru,” kata Zain dalam keterangannya, Senin (8/4/2024).

Dia menambahkan apabila polisi maupun warga masyarakat jika menemukan tindak pidana secara langsung dapat segera merespons dan membantu korban yang membutuhkan pertolongan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai anggota Polri dengan seragamnya, tentu saya akan memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap anggota tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zain menyebut Insiden itu membuat mobil yang dikendarai oleh Aipda Fahmi Hasan Ilyas saat menghadang laju motor pelaku mengalami kerusakan. Dia pun berjanji akan segera memperbaikinya mobil tersebut dan berikan penghargaan kepada anggota tersebut.

“Mobilnya yang rusak akan kita memperbaiki ke bengkel, agar kembali rapi seperti semula. Termasuk nanti kita berikan reward kepada anggota tersebut,” pungkasnya.

Foto: Demo di Nabire berakhir ricuh hingga seorang wanita diperkosa. Dokumen Istimewa

Demo di Nabire Berakhir Ricuh, 1 Wanita Diperkosa Saat Lewat di Lokasi Aksi

beritamega4d.com
Sabtu, 06 Apr 2024 23:35 WIB

Nabire – Aksi unjuk rasa di Kabupaten Nabire, Papua Tengah berakhir ricuh dan tragis. Polisi menyebut satu rumah warga dibakar hingga seorang wanita diperkosa saat melintasi lokasi aksi.

Kapolres Nabire AKBP Wahyudi S. Bintoro mengungkapkan demo itu berlangsung di enam titik, salah satunya di Kompleks Jayanti, Kelurahan Wonorejo, Nabire pada Jumat (5/4). Massa melakukan pembakaran ban, pemalangan dengan tiang listrik, kayu, batu dan lain sebagainya.

“Kami melakukan tindakan polisi dengan tegas dan terukur. Bubarkan aksi demo karena mengganggu kamtibmas,” kata AKBP Wahyudi S. Bintoro kepada detikcom, Sabtu (6/4/2024).

“Kemarin ada 6 titik aksi. Salah satunya di Kompleks Jayanti ini, mereka ini sudah diingatkan karena tidak mengantongi STTP kan (izin keramaian dan surat tanda terima pemberitahuan). Mereka juga tidak kooperatif, oleh sebab itu kita buat surat balasan bahwa STTP-nya ditolak atau tidak ada izin,” ujarnya.

“Kita kasih kesempatan membubarkan diri karena mereka ini menutup jalan sehingga nanti meresahkan masyarakatkan namun mereka justru melempar kita dengan batu. Sehingga kami juga melakukan tindakan polisi dengan tegas dan terukur,” tambahnya.

Saat dibubarkan, kata Wahyudi, massa semakin anarkis dengan melakukan pembakaran, penganiayaan hingga pemerkosaan terhadap salah seorang warga. Wahyudi menuturkan polisi dan rumah warga turut dilempari massa.

“Korban saat itu lewat dengan motor kemudian diberhentikan, disekap dan diperkosa sama pelaku aksi. Kejadian itu siang hari saat kita lakukan pendorongan (pembubaran) mereka,” terangnya.

Wahyudi menilai aksi massa sangat kontra dengan aspirasi mereka yang menolak kekerasan terhadap masyarakat. Padahal, massa justru melakukan kekerasan dengan membakar, menganiaya hingga memperkosa warga sipil.

“Mereka mendengung-dengungkan masalah HAM tetapi mereka sendiri malah justru kontraproduktif terhadap aksi dan kegiatan mereka. Mereka melakukan tindakan kriminal yang melakukan aksi kekerasan, pemerkosaan dan pembakaran rumah marbot masjid,” ungkapnya.

KKB Serang TNI-Polri di Intan Jaya, 1 Prajurit dan 1 Warga Tertembak

KKB Serang TNI-Polri di Intan Jaya, 1 Prajurit dan 1 Warga Tertembak

Beritamega4d.com
Sabtu, 02 Mar 2024 09:21 WIB

 

Intan Jaya – Kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden ini menyebabkan 1 prajurit TNI dan 1 warga terkena tembakan.
Aksi kontak tembak ini terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Jumat (1/3) sekira pukul 12.20 WIT. Insiden ini terjadi di dekat Kantor Bupati Intan Jaya.

“Kejadian kontak tembak berjarak sekitar 130 meter dari Kantor Bupati Intan Jaya, di Kampung Mamba Distrik Sugapa,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Sabtu (2/3/2024).

Benny menjelaskan, kontak tembak ini berawal saat aparat mendengar adanya suara tembakan dari arah depan Kantor Bupati pada pukul 10.00 WIT. Kemudian, aparat langsung menuju ke asal suara tembakan tersebut.

“Mendengar bunyi tembakan tersebut, personel gabungan Polres Intan Jaya dan Brimob Satgas Damai Cartenz langsung meresponsnya,” jelasnya.

Setelah itu, Benny menyebut, aparat terlibat kontak tembak dengan KKB pada pukul 12.20 WIT. Kontak tembak tersebut pun melukai seorang prajurit TNI dan warga sipil.

“Kemudian sekitar pukul 12.20 WIT terjadi Kontak tembak antara KKB wilayah Intan Jaya dengan aparat gabungan TNI-Polri,” imbuhnya.

Benny mengatakan, prajurit TNI yang terkena tembakan itu merupakan personel Raider 330 atas nama Prada David. Sedangkan warga sipil yang terluka bernama Nelon Sani (16).

“Dari kejadian kontak tembak tersebut terdapat dua orang terkena tembakan yakni satu personel TNI Raider 330,” imbuhnya.

Dia membeberkan, Prada David terkena tembakan di bagian perut sebelah samping yang menembus rompi anti peluru anda bisa membeli benda tersebut di link ini. Sedangkan, Nelon Sani terkena di lengan kiri hingga tembus ke perut.

“Prada David yang terkena tembakan di bagian perut bagian samping tembus body vest depan dan satu warga masyarakat bernama Nelon Sani terkena tembakan pada lengan kiri tembus perut,” bebernya.

Sementara Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri menambahkan, kedua korban tersebut telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Mimika. Keduanya dibawa menggunakan helikopter milik TNI

“Saat ini kedua korban telah dievakuasi ke Kabupaten Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI,” pungkasnya.

Ilustrasi pesawat.

Heboh! Penumpang Pesawat di Padang Ngaku Bawa Bom Dalam Tas

beritamega4d.com
Kamis, 23 Feb 2024 00:15 WIB

Padang – Seorang penumpang pesawat Super Air Jet rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat (Sumbar) menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut) berinisial FF (63), membuat heboh. Dia mengaku membawa bom dalam tas ke temannya di pesawat.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Achmad Faisol Amir membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebut saat ini FF masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak otoritas bandara wilayah VI Padang.

“Benar, ada penumpang pesawat Super Air Jet rute Bandara Minangkabau menuju Kualanamu berinisial FF yang mengatakan dirinya membawa bom dalam tas,” kata Faisol dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Faisol mengatakan dari hasil pemeriksaan FF mengaku hanya bercanda. Namun, candaan itu membuat heboh.

“FF itu bicara ke temannya saat hendak menaikkan tas ke tempat kabin (pesawat). Di sana ia ngomong bahwa tasnya berisi bom. Pramugari yang mendengar, kemudian menghubungi petugas Otban yang kemudian menurunkan FF dari atas pesawat,” jelas Kapolres.

Meski bom tidak terbukti, candaan FF berpotensi menjeratnya secara hukum. Ia terancam pidana karena melanggar Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Ancaman hukumannya satu tahun penjara,” katanya.

Pasutri Korban Salah Tangkap Di Bogor Cileungsi, Polisi Polres Bogor Minta Maaf

Beritamega4d.com
Minggu, 11 Feb 2024 09:57 WI

Pasutri korban salah tangkap di Bogor
Foto: Pasutri korban salah tangkap di Bogor

Jakarta – Viral di media sosial pasangan suami-istri (pasutri) jadi korban salah tangkap oleh belasan orang mengaku polisi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Korban mengaku disergap dan dituduh anggota sindikat perampokan.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro membenarkan kejadian dan narasi dalam video viral tersebut. Menurutnya, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga ada dalam kejadian tersebut.

“Betul, itu (video viral) betul (kejadiannya). Sedang dilakukan pemeriksaan siapa anggota yang berbuat dan siapa berperan apa,” kata Rio dihubungi Jumat (9/2/2024) malam.

“Jadi lagi diteliti, kalau itu benar, ini kita lakukan pemeriksaan kepada anggota anggota yang hari ini terkena sprin, lakukan penyelidikan. Insyaallah saya akan berikan jawaban besok,” imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menjelaskan, peristiwa terjadi pada Rabu (7/2/2024), yakni ketika proses pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Rancabungur, Kabupaten Bogor. 4 pelaku yang sudah tertangkap, kata Teguh, menyebutkan identitas pelaku lain dengan ciri-ciri mobil seperti yang dimiliki korban.

“Pelaku kemudian memberikan informasi penting terkait rekan-rekannya yang terlibat dalam kejahatan tersebut, termasuk menyebutkan ciri-ciri kendaraan yang sesuai dalam video viral tersebut, yang diduga adalah milik rekan-rekan pelaku sesuai yang disebutkan,” kata Teguh.

“Operasi penyelidikan dan penangkapan dilakukan oleh team resmob gabungan di beberapa daerah, mencakup Pasir Angin Cileungsi. Yang mana memang team resmob memberhentikan kendaraan dimaksud. akan tetapi tidak sesuai dengan apa yang sudah didapatkan informasi dari tersangka yang sudah tertangkap,” sambungnya.

Teguh mengatakan, korban Dilepaskan di lokasi kejadian. Pihak korban disebut sudah menerima permohonan maaf dari pihak kepolisian atas peristiwa tersebut.

“Para penumpang di dalam kendaraan tersebut pun sudah dilepaskan kembali, dan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pada saat pemberhentian kendaraannya dan sudah diterima dengan baik dari pemilik kendaraan,” kata Teguh.

Viral di Media Sosial

Rekaman CCTV yang menayangkan, detik-detik penyergapan oleh sekelompok pria terhadap pasangan suami istri, viral di media sosial.

Dalam video viral, tampak sekelompok orang membawa mobil menyergap pemobil yang sedang antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU. Beberapa orang tampak berlari mendekati minibus warna silver.

Tampak dalam video viral, beberapa warga mencoba berlari diduga untuk menghindar. Di lokasi, tampak juga pemotor yang sedang mengisi BBM di depan mobil silver yang disergap sekelompok pria.

Korban diduga salah tangkap Subur (45) menyebutkan, peristiwa terjadi ketika ia sedang bersama istrinya bernama Titin hendak membeli BBM di SPBU Pasir Angin, Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Rabu (7/2/2024) sekitar pukul 11.00 WIB. Subur mengaku kaget tiba-tiba disergap orang mengaku anggota kepolisian.

“Iya (jadi korban salah tangkap).
(Lokasi kejadian) di pasir angin, di Pom Bensin,” kata korban bernama Subur ketika dihubungi beritamega4d.com, Jumat (8/2/2024).

“Saya lagi bawa mobil, mau isi bensin, mau jualan keripik. (Dalam mobil) berdua sama istri. Awalnya begitu saja, saya langsung disergap sama buser. Iya, ngaku polisi, dia ngaku anggota. ‘Saya buser, saya aparat’ begitu bilangnya,” imbuhnya.

Subur kemudian mengaku dipaksa keluar dari mobilnya dan dibawa masuk ke dalam mobil yang dibawa pria mengaku polisi. Di dalam mobil, Subur mengaku diikat kedua tangannya menggunakan tali rapia hingga ditodong pistol.

“Yang buka pintu (mobil) dia lah, dibuka paksa, ditarik, saya dimasukin ke mobil avanza, terus di dalam mobil saya diikat,” kata Subur.

“(Di dalam mobil) Saya diikat, pakai tali rapia. Saya katanya sindikat, tersangka saya. Ada (yang todong pistol). Saya di dalam mobil sempet ditodong,” imbuhnya.

Duduk Perkara 2 Polisi Dihajar Warga saat Amankan Pelaku Penipuan Online

Duduk Perkara 2 Polisi Dihajar Warga saat Amankan Pelaku Penipuan Online

Polisi di OKI dimassa warga saat tangkap pelaku penipuan online.(tangkapan layar/istimewa)

Ogan Komering Ilir – Dua polisi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan dikeroyok warga saat menangkap pelaku penipuan online bernama Faisal (24). Mereka yakni Bripka Endro dan Aipda Taufik.

Peristiwa itu terjadi ketika petugas Polsek Tulung Selatan melakukan penangkapan di Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selatan, OKI, Jumat (2/2/2024) sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat penganiayaan tersebut, dua anggota Polsek Tulung Selapan ini mengalami luka robek di kepala, lengan, hingga dahi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Sunarto membenarkan adanya dua polisi dikeroyok warga saat melakukan penangkapan pelaku penipuan.

“Iya benar, korban anggota Polri (dikeroyok) ada dua orang atas nama tersebut (Bripka Hendro dam Aipda Taufik),” kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Sunarto dikonfirmasi detikSumbagsel, Sabtu (3/2/2024).

Kronologi Pengeroyokan 2 Polisi

Sunarto mengatakan, sebelum penangkapan berlangsung, Bripka Endro dan Aipda Taufik ditemani 10 rekannya tengah melakukan patroli. Mereka baru mendapat informasi dari pihak yang mengaku menjadi korban penipuan di wilayah tersebut.

“Saat itu personel Polsek Tulung Selapan berjumlah 12 orang melaksanakan patroli ke Desa Lebung Gajah, dalam rangka menindaklanjuti laporan informasi dari PS Kanit Intelkam, dan perintah Kapolsek Tulung Selapan tentang telah adanya korban yang telah tertipu oleh pelaku penipuan online dengan modus menawarkan iklan dan mengambil pulsa dari korban,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal polisi, petugas menemukan satu lokasi di hutan berada di belakang permukiman warga yang diduga kuat dijadikan markas para pelaku melakukan aksi penipuan online.

“Personel patroli masuk ke arah lokasi tersebut dan mendapati beberapa pondok, di dalamnya para pelaku diduga sedang melakukan aktivitas penipuan online,” ungkapnya.

Setelah polisi mengamankan pelaku dan hendak membawanya ke polsek, mobil petugas tiba-tiba dihadang warga sekitar. Bripka Endro dan Aipda Taufik menjadi sasaran amukan warga di sana hingga terluka.

“Dan ketika personel Polsek Tulung Selapan di perjalanan kembali ke Mako membawa pelaku ternyata dihadang oleh warga masyarakat Desa Lebung Gajah. Dua personel tersebut pun sempat mendapatkan kekerasan atau dianiaya oleh warga masyarakat hingga keduanya mengalami luka di kepala, lengan dan dahinya. Saat ini sudah berada dalam perawatan intensif dokter RS,” jelasnya.

Amankan Sabu dan 14 Bong

Kata Narto, meski sempat terjadi pengeroyokan terhadap anggota polisi, petugas berhasil memboyong Faisal ke Polsek Tulung Selapan. Dari hasil pemeriksaan Faisal diketahui merupakan pelaku penipuan online dan penyalahgunaan narkoba.

“Iya, (Faisal) pelaku penipuan online dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Dalam aksinya, Faisal disebut telah melakukan penipuan online terhadap seorang warga. Modusnya dengan menawarkan iklan. Dari situ, dia mengambil pulsa dari korban.

“Iya, modusnya memang seperti itu,” katanya.

Dari lokasi penangkapan itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di TKP. Yakni paket sabu yang terbungkus plastik klip bening kecil berikut belasan alat hisapnya.

“Anggota di sana juga mengamankan barang bukti 14 buah bong alat hisap sabu dan klip bening kecil yang diduga berisi sabu,” jelasnya.